Skip to content

IMS : IP Multimedia Subsystem

July 15, 2008

IMS merupakan komponen utama untuk mendukung konvergensi layanan. Teknologi ini didisain untuk mengisi gap antara telekomunikasi tradisional dan teknologi internet. IMS dirancang untuk memberikan sejumlah fungsi yang dibutuhkan untuk mendukung layanan berbasis IP melalui jaringan bergerak dan nirkabel. IMS secara spesifik dirancang untuk mendukung layanan multimedia yang bersifat real‑time seperti video telephony, video conference, dan push services.

Dalam dunia kovergensi, IMS memainkan peran penting dimana dengan bantuan SIP, IMS dapat memberikan layanan berbasis IP seperti VoIP, video conference, IPTV, dan layanan multimedia lainnya. SIP merupakan salah satu signaling protocol pada IMS dimana SIP memfasilitasi interkoneksi antara jaringan fixed dan faringan bergerak.

Gambar 1 menunjukkan ilustrasi dari IMS yang memungkinkan terjadinya hubungan antara jaringan fixed dan mobile.

Gambar 1. Ilustrasi dari IMS yang telah disimplifikasi

Sebelum membahas IMS lebih lanjut, ada baiknya membahas tentang Session Initiation Protocol (SIP) yang memiliki fungsi penting pada IMS. SIP merupakan protokol pensinyalan peer‑to‑peer yang berfungsi untuk menginisialisasi, terminasi, dan memodifikasi session. Session berbasis SIP dan IMS memungkinkan aplikasi di sebuah divais untuk membuat koneksi peer‑to‑peer melalui jaringan IP apa saja.

SIP tidak memberikan solusi vertikal sepenuhnya, akan tetapi bergantung pada protokol lain untuk melakukan transport, QOS, dan akunting. Teknologi SIP sendiri pertama kali didefinisikan oleh IEFT dan kemudian diadopsi untuk jaringan nirkabel oleh 3GPP dan 3GPP2. Salah satu poin penting adalah SIP bersifat independen terhadap kemampuan terminal. Sebagai contoh, Back‑to‑Back User Agent yang merupakan salah satu implementasi SIP proxy memungkinkan dua buah terminal dengan level SIP yang berbeda untuk membentuk sebuah session bersama dengan Back‑to‑Back User Agent membuat sebuah “dump” terminal untuk mendukung kemampuan yang tidak dimiliki oleh salah satu terminal.

Berbagai vendor seperti Ericsson, HP‑intel, Itatel, Motorora dan sebagainya telah membuat arsitektur IMS-nya masing-masing. Sebagian besar dari arsitektur yang mereka buat memakai standard ITU‑T. Gambar 2 menunjukkan arsitektur IMS yang ditawarkan oleh Ericsson

Gambar 2. Arsitektur sederhana dari sebuah jaringan IMS

Servicelayer atau application layer berisi server-server aplikasi dan content yang digunakan sebagai Value‑Added Service bagi konsumen. Control layer berisi server-server yang berfungsi sebagai pengontrol pada jaringan IMS. Komponen penting pada layer ini adalah CSCF (Call Session Control Function) yang biasa disebut sebagai SIP server. Fungsi utama dari layer ini adalah untuk membuat sebuah session, memodifikasinya, dan memutuskan session tersebut. Layer ini juga menyediakan berbagai fungsi pendukung seperti provisioning, charging, operation dan management. Connectivity Layer berisi router dan switch untuk backbone dan access network.

  • Home Subscriber Server (HSS), berfungsi untuk menyimpan dan mengatur informasi serta preferensi dari subscriber.
  • Proxy-Call Session Control Function (P-CSCF) sering digunakan pada awal pensinyalan sebagai Policy Control Function (PCF).
  • Serving-Call Session Control Function (S-CSCF), berfungsi untuk melakukan pengontrolan terhadap sesi layanan pada subscriber.
  • Interrogating-Call Session Control Function (I-CSCF), digunakan untuk menjaga sifat kerahasiaan jaringan dan mencegah jaringan lain (asing) untuk mendapatkan informasi mengenai infrastruktur jaringan.
  • Application Server (AS)
  • Media Resources. Pengiriman content multimedia melalui sebuah sesi dilakukan oleh Media Resource Function (MRF) baik MRFC ataupun MRFP.
  • Gateway Control Function. Media Gateway (MGW) merupakan komponen yang berfungsi sebagai penghubung antara jaringan IP dan jaringan SS7 sehingga dapat melakukan interworking dengan PSTN. MGW terdiri dari Breakout Gateway Control Function (BGCF) dan Media Gateway Control Function (MGCF). BGCF berfungsi untuk menentukan jaringan yang akan dipakai untuk berkomunikasi dengan PSTN dalam suatu sesi tertentu. Sedangkan MGCF digunakan untuk pensinyalan selama berlangsungnya interworking.
No comments yet

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: