Skip to content

Alam Minangkabau

June 26, 2008

Alam yang dimaksud oleh orang Minangkabau adalah daerah Minangkabau. Untuk menentukan mana yang termasuk alam Minangkabau dapat dilihat dari keterangan tambo. Batas-batas daerah alam Minangkabau yang dikemukakan dalam tambo dikemukakan dengan batas-batas alam. Batas-batas alam ini kadang-kadang sulit ditafsirkan dengan pengertian sekarang.

Masyarakat Minang menjelaskan batas-batas wilayah Minangkabau tersebut dalam tambo. Berikut kutipannya.

Dari sirangkak nan badangkang
hinggo buayo putiah daguak
sampai ka pintu rajo ilia
durian ditakuak rajo
sipisak pisau anyuik
sialang balantak basi
hinggo aia babaliak mudiak
sampai ka ombak nan badabua
sailiran batang sikilang
hinggo lauik nan sadidih
rao jo mapattunggua
sarato gunuang maha lintang
pasisia banda sapuluah
hinggo taratak aia hitam
sampai ka tanjuang simalidu
pucuak jambi sambilan lurah

Dari batas-batas yang dikemukakan ini tidak semuanya dapat ditafsirkan seperti nama siluluak punai mati, sirangkak nan badangkang dan lain-lain. Sedangkan taratak aia hitam dan sikilang aia bangih merupakan nama nagari yang sampai sekarang masih ditemui.

Untuk jelasnya batas-batas minagkabau dapat dikemukakan sebagai berukut:

Barat batasnya Riak nan badabua, yaitu Samudera Hindia

Timur batasnya sialang balantak basi (berbatasan dengan riau) dan durian di takuak rajo.

Utara batasnya sikilang aia bangih, berbatasan dengan Sumatera Utara.

Selatan batasnya taratak aia hitam yaitu Muko-muko, berbatasan dengan Propinsi Bengkulu.

Perlu juga dikemukakan, bahwa dalam tambo alam Minangkabau tidak dikemukakan Pulau Mentawai, maupun tempat pemukiman orang Minangkabau seperti Nagari Sembilan dan Tapak Tuan. Bila ditinjau sejarah perkembangan geografis dan perpindahan orang Minangkabau, maka alam Minangkabau terdiri dari Pusat Alam Minangkabau dan daerah rantaunya dengan batas-batas yang disebutkan di atas.

Sehubungan dengan hal tersebut, batas geografis alam Minangkabau yang dikemukakan dalam tambo dan penutur adat lainnya menunjukkan, bahwa alam Minangkabau adalah daerah pusat alam Minangkabau (Luhak Tanah Datar, Luhak Agam, dan Luhak Lima Puluh Kota) dengan daerah rantauannya masing-masing. Untuk membicarakan alam Minangkabau ini kita tidak dapat melepaskan diri dari pembicaraan laras, luhak dan rantau karena satu sama lain berkaitan.

Dalam konteks sosial budaya, wilayah Minangkabau ini terbagi lagi atas tiga, yaitu wilayah darek (darat), pasisia (pesisir), dan rantau. Wilayah darek ini dianggap sebagai sumber dan pusat adat Minangkabau, dan terletak di dataran tinggi. Wilayah ini terbagi lagi atas tiga wilayah yang disebut luhak, yaitu Luhak Tanah Datar, Luhak Agam, dan Luhak Limo Puluh Koto.

Wilayah pasisia (pesisir) adalah wilayah yang berada di sepanjang pantai, mulai dari Padang Pariaman, Painan, dan Pasisia Selatan. Wilayah rantau adalah wilayah yang dulunya berada di bawah pengaruh kerajaan Minangkabau atau wilayah yang merupakan perluasan kerajaan Minangkabau.

Sumber: http://minangkabau.info, http://alangbabega.uni.cc/

One Comment leave one →
  1. catatancatatan permalink
    September 12, 2012 12:12 pm

    terimakasih, saya bisa numpang baca di blog ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: